Internet Service
Provider (ISP) atau Penyelenggara Jasa Internet (PJI)
Created
by : Dina Habibah Kurniati

Dalam bahasa
Inggris: Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan atau
badan yang menyelenggarakan jasa sambungan internet dan
jasa lainnya yang berhubungan. Kebanyakan perusahaan telepon merupakan penyelenggara
jasa internet. Mereka menyediakan jasa seperti hubungan ke
internet, pendaftaran nama domain,
dan hosting.
ISP ini mempunyai jaringan baik secara domestik maupun internasional sehingga
pelanggan atau pengguna dari sambungan yang disediakan oleh ISP
dapat terhubung ke jaringan internet global. Jaringan di sini berupa media
transmisi yang dapat mengalirkan data yang dapat berupa kabel (modem, sewa kabel, dan jalur lebar), radio, maupun VSAT.
Biasanya, ISP menerapkan
biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua
kategori: modem (“dial-up”)
dan jalur lebar.
Hubungan dial-up sekarang ini banyak ditawarkan secara gratis atau
dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan kabel telepon biasa. Hubungan jalur lebar dapat berupa ISDN, non-kabel, kabel modem, DSL, satelit. Broadband dibanding modem memiliki
kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun lebih mahal.Untuk
di Indonesia hal ini ditangani oleh APJI (Asosiasi Penyedia Jasa Internet).
Peusahannya biasa disebut ISP (Internet Service Provider). Hal-hal yang biasa
dilakukan oleh ISP tersebut ialah pemberian IP Address (alamat IP) publik
kepada para pelanggannya beserta perihal pengaturan bandwidth. Secara kasar,
bandwidth dapat diartikan sebagai jalan raya. Semakin besar jalannya, aktivitas
internet Anda pun akan semakin lancar, ditentukan dengan ukuran Kbps atau KBps
yang merupakan ukuran kecepatan transfer data. Bahkan sekarang sudah dalam
hitungan Mbps atau bahkan Giga. Monitoring tersebut dilakukan oleh salah satu
bagian dalam ISP bernama NOC (Network Operation Center).
Berikut ini antara lain adalah contoh ISP di Indonesia
- BiGnet → Situs web (Cakupan: Bintaro,
Tangerang, Depok Cibubur | Tarif: 64 kbps 250 rb/bln)
- BITNET → Situs web
- BIZNET → Situs web
- BUMINET → Situs web
- CABINET → Situs web
- CBN → Situs web
- CENTRIN → Situs web
- Central Online (CLINE) → Situs web
- CrossNET → Situs web (Cakupan: Surabaya,
Sidoarjo, Gresik, Malang, Pasuruan)
- CYBERNET → Situs web
- DigiNet → Situs web (Cakupan: Jabodetabek |
Tarif: 512 kbps 200 rb/bln*)
- DNET → Situs web
- ELGANET → Situs web
- GLOBALPORT → Situs
web
- IPTK – EZ.Net → Situs web
- IDOLA → Situs web
- IndikaNet → Situs web
- INDONET → Situs web
- INDOSAT → Situs web
- JASATEL → Situs web
- LINKNET → Situs web
- MEGANET → Situs web
- MELSA → Situs web
- MITRANET → Situs web
- MNETwireless → Situs web
- ORION / Orion Cyber Internet → Situs web
- PACIFICNET → Situs
web
- QUASAR → Situs web
- RADNET → Situs web
- RAJASA → Situs web
- Sistelindo → Situs web
- Speedy → Situs
web]
- TELKOMNET → Situs web
- UBNET → Situs web
- UNINET → Situs web
- VIPNET → Situs web (Cakupan:
Nasional dengan POP: Jakarta, Bekasi, Cirebon, Lampung, Malang, Surabaya)
- VISIONNET → Situs
web
- WASANTARA → Situs web
Sejarah Perkembangan ISP
Sebelum Internet ada,
ARPAnet (US Defense Advanced Research Projects Agency) atau Departemen
Pertahanan Amerika pada tahun 1969 membuat jaringan komputer yang tersebar
untuk menghindarkan terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang
dapat mudah dihancurkan. Jadi bila satu bagian dari sambungan network terganggu
dari serangan musuh, jalur yang melalui sambungan itu secara otomatis
dipindahkan kesambungan lainnya. Setelah itu Internet digunakan oleh kalangan
akademis (UCLA) untuk keperluan penelitian dan pengembangan teknologi. Dan baru
setelah itu Pemerintah Amerika Serikat memberikan ijin ke arah komersial pada
awal tahun 1990.
Dimulai pada dekade
90-an perkembangan Internet semakin berkembang pesat, di Indonesia sendiri
bisnis Internet mulai dikenal sekitar tahun 95-an yang diawali dengan munculnya
Internet Service Provider yang menyediakan akses ke Internet dengan bandwidth
berkisar antara 14.4 kbps hingga 28.8 kbps. Hingga akhir tahun 1999 daftar ISP
di Indonesia baik yang sudah beroperasi maupun belum beroperasi sekitar 55 ISP,
tapi saat ini di tahun 2001 ini jumlah ISP secara keseluruhan yang tercatat di
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) sudah menginjak angka
155 ISP. Bisnis ISP memilik prospek yang bagus. Saat ini semua bisnis yang
berbasis Internet tidak akan berkembang apabila infastruktur dan koneksi ke
Internet tidak dibangun terlebih dahulu, berdasarkan data dari Asosiasi
Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
ISP yang pertama kali
di Indonesia ialah Ipteknet yang beroperasi penuh menjelang awal 1994. Di tahun
1994-an mulai beroperasi IndoNet yang dipimpin oleh Sanjaya. IndoNet merupakan
ISP komersial pertama Indonesia pada waktu itu pihak POSTEL belum mengetahui
tentang celah-celah bisnis Internet & masih sedikit sekali pengguna
Internet di Indonesia. Seingat saya sambungan awal ke Internet dilakukan
menggunakan dial-up oleh IndoNet, sebuah langkah yang cukup nekad barangkali.
Lokasi IndoNet masih di daerah Rawamangun di kompleks dosen UI kebetulan ayah
Sanjaya adalah dosen UI. Seperti kita ketahui bahwa perkembangan usaha bisnis
Internet di Indonesia semakin marak dengan 60-an ISP yang memperoleh lisensi
dari pemerintah. Asosiasi ISP (APJII) terbentuk di motori oleh Sanjaya cs di
tahun 1998-an. Effisiensi sambungan antar ISP terus dilakukan dengan membangun
beberapa Internet Exchange (IX) di Indosat, Telkom, APJII (IIX) & beberapa
ISP lainnya yang saling exchange. APJII bahkan mulai melakukan manouver untuk
memperbesar pangsa pasar Internet di Indonesia dengan melakukan program SMU2000
yang kemudian berkembang menjadi Sekolah2000.
* ISP menerapkan biaya bulanan
kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Dial-up (“kabel”)
Hubungan dial-up sekarang ini
banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan
penggunaan kabel telepon biasa.
2. Jalur lebar (Broadband)
Hubungan jalur lebar dapat berupa non-kabel, Internet satelit. Broadband
dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun
lebih mahal.
* Tipe layanan dari ISP biasanya dapat kita kategorikan menjadi 2
bagian yaitu :
1. Dial on demand Internet
Dial on demand ini adalah layanan internet
dimana pelanggan tidak terkoneksi secara terus menerus ke internet. Pelanggan
akan dibebani biaya berdasarkan lamanya mereka terkoneksi ke internet.
Contoh layanan internet dial on demand adalah : Telkomnet instant dari Telkom, layanan-layanan dial up dari ISP yang lain, juga beberapa layanan dari ISP wireless local.
Contoh layanan internet dial on demand adalah : Telkomnet instant dari Telkom, layanan-layanan dial up dari ISP yang lain, juga beberapa layanan dari ISP wireless local.
2. Dedicated Internet
Pelanggan yang menggunakan dedicated internet
akan terhubung terus dengan internet 24/7. Sistem pembayaran dari layanan ini
juga biasanya dilakukan per bulan dimana pelanggan akan
membayar sesuai dengan paket yang ditawarkan,
baik selama sebulan tersebut pengguna memang benar menggunakan internet 24 jam
penuh atau tidak. Sistem dedicated ini biasanya mahal,
dan biasanya untuk menekan biaya langganan,
ISP memberikan beberapa metode untuk menekan harga misalnya dengan membatasi
jumlah data yang boleh didownload dan diupload oleh
pelanggan selama 1 bulan. Jumlah batasan data
ini biasanya disebut dengan quota.
Contoh layanan internet dedicated internet
adalah : layanan-layanan dari Channel 11, ERA AKSES, Speedy dari Telkom dan
layanan-layanan dari ISP wireless local.
* Media koneksi yang paling umum
digunakan oleh ISP adalah menggunakan :
1. Wire Kabel.
Kabel telepon, kabel coaxial, kabel fiber optic, kabel listrik, kabel UTP, pokoknya kabel.
2. Wireless
Tidak menggunakan banyak kabel. Kabel tetap digunakan namun sebagian besar jalur koneksi menggunakan frekuensi. Biasanya menggunakan frekuensi yang dibebaskan penggunaannya di suatu
Negara. Di Indonesia frekuensi yang bebas
digunakan adalah frekuensi 2,4Ghz. Jadi dari pelanggan akan menggunakan radio
wireless dengan frekuensi 2,4Ghz untuk berhubungan dengan ISP mereka.
Sumber :
https://swestimahardini.wordpress.com/2010/11/17/isp-internet-service-provider/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar